belajar desain logo

Belajar Desain Logo dengan Permainan Bentuk, Teks, dan Warna

Belajar desain logo memang cukup memakan waktu. Usai mempelajari materi dasar tentang desain, Anda masih harus berlatih menggunakan software grafis. Padahal logo termasuk dalam jenis desain yang mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Jadi jangan berharap untuk menguasai bidang keahlian ini dalam waktu semalam.

Kalau Anda memerlukan logo siap pakai dan tidak punya cukup waktu untuk belajar, kami sarankan untuk menggunakan jasa desain logo profesional dan terpercaya. Tapi jika Anda benar-benar penasaran tentang proses desain di balik nama besar sebuah logo, silahkan membaca artikel ini sampai akhir.

 

3 Unsur Penting dalam Belajar Desain Logo

  • Bentuk

Sebuah logo umumnya terdiri dari bentuk-bentuk sederhana yang disusun secara rapi dan artistik. Belajar desain logo pun dimulai dari permainan bentuk dengan bidang datar dua dimensi. Cobalah membuat gambar apel tergigit seperti pada logo Apple atau lengkungan kuning di logo McDonald’s. Secara visual memang tampak sederhana, tapi saat Anda mencoba membuatnya, Anda akan sadar betapa sulitnya mendapatkan nilai kurva yang tepat untuk membuat dua bentuk tersebut.

Setelah menguasai bidang dua dimensi, kembangkan ke bentuk-bentuk tiga dimensi. Di sini, Anda akan bermain ruang semu, ilusi optik seolah-olah audiens sedang melihat sebuah ruang padahal yang dilihatnya hanyalah layar datar. Mulailah dengan membuat bentuk 3D sederhana seperti kubus, bola, dan prisma. Pada tahap lebih lanjut, cobalah membuat gambar lingkaran 3D Sony Ericson.

 

  • Teks

Setelah bermain-main dengan bentuk, lanjutkan belajar desain logo ke teknik tipografi. Sebenarnya teknik ini juga memainkan bentuk, yaitu cara membuat dan mengolah garis dan bidang hingga menghasilkan huruf-huruf yang terlihat indah. Anda tidak perlu membuat font sendiri. Unduh saja font sebanyak mungkin dan cobalah membuat kombinasi antar font dalam berbagai ukuran dan posisi.

Tidak hanya sekedar mengunduh dan memilih, Anda juga harus tahu makna dan suasana yang dihasilkan dari sebuah font. Sebagai seorang desainer, Anda harus tahu kapan harus menggunakan font berat atau ramping, tebal atau miring, dan lain sebagainya. Suatu saat Anda akan mengalami momen ketika tidak ada font yang sesuai dengan imajinasi Anda. Pada saat itulah Anda membuat font kustom hasil karya Anda sendiri.

 

  • Warna

Dalam belajar desain logo, warna tidak hanya memiliki peran secara visual. Efek psikologis yang dihasilkan pun perlu Anda pelajari. Sebuah warna tidak hanya menimbulkan kesan gelap-terang, tapi juga memengaruhi suasana emosional dan pikiran audiens.

Coba Anda perhatikan, kebanyakan logo makanan mengandalkan kombinasi warna merah, hitam, dan kuning. Logo-logo instansi formal lebih menekankan warna biru tua, hijau, atau ungu. Lain halnya dengan fashion dan hiburan, warna-warna super terang seperti merah muda dan oranye terlihat sangat dominan. Ada alasan di balik pemilihan warna, dan tugas Anda adalah mempelajarinya.

 

Belajar Desain Logo Secara Otodidak

Untuk menjadi desainer, kami menyarankan untuk belajar dengan bantuan profesional, misalnya dengan mengikuti kursus. Tapi ada fakta menarik bahwa desainer otodidak pun banyak yang meraih nama besar dan bersaing ketat dengan desainer yang menempuh jalur pelatihan formal. Ini menandakan bahwa Anda bisa belajar desain logo secara otodidak, asalkan memiliki minat dan kemauan yang tinggi pada bidang ini.