Workaholic Tingkatkan Resiko Tekanan Darah Tinggi

Workaholic Tingkatkan Resiko Tekanan Darah Tinggi

Tak hanya mempengaruhi kehidupan sosial, menjadi seseorang yang workaholic atau gila kerja, sangat memberikan dampak terhadap kesehatan. Salah satu yang paling terkena dampak dari pekerjaan yang terlalu keras adalah tekanan darah tinggi. Baik mereka yang kerja kantoran ataupun di lapangan, terlalu memforsir tubuh untuk bekerja terlalu keras bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi naik. Tentunya, komplikasi penyakit bisa dengan mudah terpicu.

Di tengah kebutuhan hidup yang semakin tinggi di Indonesia ini, orang dituntut untuk terus bekerja lebih keras. Tak jarang banyak yang mengambil pekerjaan sampingan setelah pekerjaan utama selesai. Tekanan darah tinggi pun semakin menghantui.

Bekerja Terlalu Keras dan Resiko Komplikasi

Tekanan darah yang tinggi, biasanya muncul karena tubuh diforsir untuk bekerja lebih ekstra daripada yang bisa diterima kondisi tubuh. Jika tekanan darah terlalu tinggi, bisa mengakibatkan pecah dan rusaknya pembuluh darah. Kerusakan ini akan memicu berbagai komplikasi penyakit seperti, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan berbagai penyakit lainnya.

Saat seseorang mengalami tekanan darah tinggi, tidak ada gejala yang sangat mencolok yang dialami. Namun, seseorang bisa saja langsung pingsan atau mengalami pusing yang sangat sakit, ketika darah tinggi menyerang.

Pencegahan Dengan Merubah Gaya Hidup

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari terkena tekanan darah tinggi adalah tentunya merubah gaya hidup. Kemampuan mengatur waktu di tengah padatnya jam kerja adalah hal yang sangat dibutuhkan. Pastikan anda mendapatkan jam istirahat yang cukup, agar tubuh bisa melakukan relaksasi, sebelum mengerjakan pekerjaan anda kembali.

Melakukan diet juga penting dilakukan agar tekanan darah tetap terjaga dengan baik. Diet, bukan mengurangi porsi makan, akan tetapi mengatur makanan yang masuk agar nutrisi yang dibutuhkan tubuh sudah mencukupi. Konsumsi sayur dan buah lebih dianjurkan daripada mengkonsumsi makanan berbahan daging. Sebab daging mengandung lemak yang tinggi, yang bisa mengganggu pembuluh darah dan semakin mudah memicu tekanan darah tinggi untuk naik.

Membatasi konsumsi garam dengan angka 5-6 gram per hari bisa menjauhkan anda dari resiko tekanan darah tinggi. Garam bisa mengganggu keseimbangan natrium dan kalium, sehingga mengganggu kinerja ginjal. Hal ini, akan memicu penumpukan cairan dalam tubuh dan kemudian bisa mengakibatkan tekanan darah menjadi naik.